Jakarta | portaldesa.co.id – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengecam kasus pelecehan seksual yang terjadi di sebuah perusahaan di Kawasan Industri Bekasi, Jawa Barat. Kasus tersebut menimpa korban yang diduga diminta untuk melakukan ‘Staycation Bareng Bos’ demi perpanjangan kontrak kerja. Kemnaker telah memerintahkan Pengawas Ketenagakerjaan Kemnaker dan Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Barat untuk menyelidiki kasus ini.
“Kami masih mendalami kasus ini dan memastikan perlindungan ketenagakerjaan bagi korban, serta mendorong korban untuk berani melaporkan kepada pihak yang wajib termasuk kepada Kementerian Ketenagakerjaan”, terang Ida dalam keterangan tertulisnya, Selasa 9/5/2023.
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyatakan bahwa Kemnaker sedang melakukan penyelidikan dan menjamin perlindungan ketenagakerjaan bagi korban. Kemnaker juga mendorong korban untuk melaporkan kasus ini kepada pihak yang berwenang termasuk Kementerian Ketenagakerjaan. Sementara itu, Polres Metro Bekasi sedang mengusut aspek pidana dalam kasus ini.
“Sekali lagi komitmen pencegahan ini kita wujudkan secara bersama-sama, di antaranya melalui aturan normatif yang berlaku di perusahaan, hingga membangun budaya kesadaran pencegahan pencegahan seksual di tempat kerja”, tegas Ida.
Ida juga mengimbau semua pihak untuk mencegah dan menangani kasus pelecehan seksual di tempat kerja melalui peraturan perusahaan, perjanjian kerja bersama, dan budaya kesadaran pencegahan.
“Saya juga mengajak semua pihak terkait, seperti pemerintah daerah, asosiasi pengusaha, pengelola kawasan industri, serikat pekerja/serikat buruh’, tandasnya.
Kemnaker juga diminta untuk memperkuat sosialisasi pencegahan dan penanganan pelecehan seksual di tempat kerja kepada seluruh perusahaan dan industri kawasan. Semua pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, asosiasi pengusaha, pengelola kawasan industri, dan serikat pekerja/serikat buruh, diharapkan turut berperan aktif dalam mencegah kasus serupa terulang.(Arf)