back to top

Dilarang! Klakson Telolet Resmi Dilarang di Depok, Alasan Polisi: Dapat Menyebabkan Kegentaran

Depok | portaldesa.co.id – Polres Metro Depok telah mengumumkan larangan penggunaan klakson ‘telolet’ pada kendaraan di wilayahnya. Salah satu alasan utama untuk larangan ini adalah karena bunyi klakson ‘telolet’ dapat menyebabkan orang terkejut.

Plt Kasat Lantas Polres Metro Depok, Kompol Sugiarto, menjelaskan bahwa meskipun undang-undang tidak secara eksplisit menyatakan bahwa klakson ‘telolet’ bisa mengagetkan orang, penggunaan klakson ini dapat mengganggu keamanan dan keselamatan berlalu lintas. Bunyi klakson ‘telolet’ yang keras berpotensi mengganggu konsentrasi pengemudi dan pengendara lainnya.

“Suaranya yang keras dapat mengganggu konsentrasi pengemudi dan pengendara lainnya karena dapat mengalihkan perhatian mereka,” kata Sugiarto.

Fenomena anak-anak berhenti di pinggir jalan atau jalan tol untuk mendengar bunyi klakson ‘telolet’ dari bus juga disoroti oleh pihak kepolisian. Polisi merespon hal ini dengan melarang penggunaan klakson ‘telolet’, mengingat bahwa penggunaan klakson kendaraan sudah diatur dalam peraturan dengan batas desibel tertentu. Sugiarto menyebutkan bahwa persyaratan perlengkapan standar kendaraan juga telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), dan penggunaan klakson ‘telolet’ tidak termasuk dalam standar tersebut.

Dalam konteks ini, penggunaan klakson ‘telolet’ juga dapat berdampak pada pendengaran dan konsentrasi pengemudi lainnya. Bunyi yang keras dari klakson ini dapat mengganggu pendengaran dan mengganggu konsentrasi mereka.

Pasal 106 ayat 1 UU LLAJ menegaskan bahwa setiap pengemudi kendaraan bermotor harus mengemudi dengan wajar dan penuh konsentrasi. Ini berarti pengemudi harus menghindari melakukan aktivitas yang dapat mengurangi kemampuan mereka dalam mengemudi.

Sanksi bagi pengemudi yang tidak berkonsentrasi atau bahkan menyebabkan kecelakaan juga diatur dalam undang-undang. Pasal 283 UU No. 22 Tahun 2009 menyatakan bahwa pelanggaran ini dapat dikenai pidana kurungan hingga 3 bulan atau denda maksimal Rp 750 ribu.

Selain itu, penggunaan klakson ‘telolet’ yang tidak sesuai standar juga dapat mengakibatkan denda tilang. Pasal 279 UU LLAJ mengatur bahwa memasang perlengkapan yang membahayakan keamanan dan keselamatan dapat dikenai pidana kurungan hingga 2 bulan atau denda maksimal Rp 500 ribu.

Dengan demikian, larangan penggunaan klakson ‘telolet’ memiliki dasar hukum yang kuat dan bertujuan untuk menjaga keamanan dan keselamatan dalam berlalu lintas.(Rz)

Popular

spot_img

More from author

Bikin Jabar Makin Istimewa, Dedi Mulyadi Lakukan Rotasi dan Mutasi Besar-Besaran

Bandung | portaldesa.co.id - Lakukan rotasi dan mutasi besar-besaran di lingkungan Pemerintah Provinsi, Dedi Mulyadi Gubernur Jawa Barat rubah sejumlah Kepala Dinas, Kepala Badan,...

Ucapkan Selamat Mudik, Lurah Elin Imbau Warganya Untuk Tetap Menjaga Kondusifitas Lingkungan

Depok | portaldesa.co.id - Herliana Maharani (Elin) Lurah Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok imbau warganya yang akan akan melaksanakan mudik saat...

Bupati Pemalang Paparkan Misi 100 Hari: Wujudkan Kota Resik, Hijau, dan Apik dalam Silaturahmi Ramadan

PEMALANG | portaldesa.co.id โ€“ Dalam suasana penuh keberkahan bulan Ramadan, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Pemalang menggelar silaturahmi Ramadan di Masjid Al Mubarok,...

Ramadan Penuh Berkah, C.A.A.I.P Depok Kukuhkan Captain Dedy Susanto Sebagai Ketua Baru

Depok | portaldesa.co.id โ€“ Momentum Ramadan dimanfaatkan Corps Alumni Akademi Ilmu Pelayaran (C.A.A.I.P) Depok untuk mempererat jalinan silaturahmi dan memperkuat solidaritas antaranggota. Dalam suasana...